Asabri | Senin, 18 Maret 2013
Asabri | Senin, 18 Maret 2013
ABRI kembali menyerahkan dana Program Kemitraan untuk tahun anggaran 2013 dan kegiatan ini berlangsung di lokasi kandang sapi Mitra Binaan ASABRI di Desa Cilembu Kec. Pamulihan Kab. Sumedang, Jumat (15/03/2013).
Penandatanganan PKS ini juga dilakukan oleh masing-masing pejabat yang berwenang yaitu untuk Direktur SDM ASABRI oleh H.M. Fahlevi, SH., M.Sc., MM., sedangkan Direktur Utama BUMN Hijau Lestari I oleh Ir. Ali Rahman.
Pada kesempatan tersebut, ASABRI menyerahkan dana Program Kemitraan berupa dana bergulir sebesar Rp. 474.300.000,- kepada 10 calon mitra binaan peternak sapi. Selanjutnya ASABRI menggandeng BUMN Hijau Lestari I untuk memberikan pelatihan in-house training kepada 10 calon mitra binaan peternak sapi. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari dengan tema Potensi Urine Sapi Sebagai Pupuk Organik Cair (POC), pada tanggal 14-15 Maret 2013 di Desa Cilembu.
Diklat tersebut, BUMN Hijau Lestari I menggandeng pengajar dari Universitas Padjajaran Bandung dengan nara sumber Bpk. Darjat Kardin serta dihadiri langsung oleh Kepala Desa Cilembu Bpk. Koko.
Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mensosialisasikan pemanfaatan limbah air kencing (urine) sapi untuk dijadikan pupuk organik cair. Kelebihan Pupuk Organik Cair (POC) ini adalah mempunyai jumlah kandungan nitrogen, fosfor, kalium dan air lebih banyak jika dibandingkan dengan kotoran sapi padat dan mengandung zat perangsang tumbuh yang dapat digunakan sebagai pengatur tumbuh serta memiliki bau yang khas urine ternak yang dapat mencegah datangnya berbagai hama tanaman.
Pupuk cair yang telah jadi, dapat langsung digunakan yaitu : 1 liter fermentasi kencing sapi (bio urine) dicampur 10 liter air lalu disemprotkan ke tanaman. Untuk benih/ biji direndam selama semalam sedangkan untuk bibit perendaman selama maksimal 10 menit. Keunggulan pupuk cair bio urine dibandingkan dengan pupuk cair lainnya adalah kandungan fitohormon Auksin yang merupakan zat perangsang tumbuh pada tanaman.
Pada tanaman padi penyemprotan dilakukan pada umur 14-21 HST, 25-30 HST dan pada fase primordial saat sudah ada satu tanaman yang mengeluarkan bunga, sedangkan untuk tanaman hortikultura penyemprotan dilakukan pada umur 14-21 HST (terdapat 3-4 helai daun) dan pada saat pembentukan bunga.
Fahlevi mengungkapkan rasa optimistis sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat memotong mata rantai distribusi perdagangan, sehingga masyarakat dapat menyerap aneka produk dengan harga terjangkau. Salah satu wujud sinergi BUMN ini kami laksanakan dengan menggandeng BUMN Hijau Lestari I adalah dalam bentuk layanan satu atap yaitu ASABRI Sebagai Mitra Usaha, ujarnya.
Kadiv PKBL PT ASABRI (Persero) Heri Pramono mengungkapkan bahwa ASABRI sebagai BUMN berkewajiban untuk mengambil peran secara maksimal dalam mengembangkan UKM, selain tugas pokok memberikan Asuransi dan Pensiun kepada Pensiunan TNI / Polri dan PNS Kemhan / Polri, Melalui Pendidikan dan Pelatihan Pengelolaan Usaha Mitra Binaan khususnya peternak sapi, para pelaku UKM dapat meningkatkan daya saingnya, tambahnya. Heri Pramono juga menghimbau kepada mitra binaan peternak sapi agar dapat memenuhi kewajiban dalam melakukan pembayaran cicilan secara tepat waktu sehingga dana tersebut bisa bergulir kepada UKM atau Mitra Binaan yang lainnya.
Fahlevi juga menyampaikan harapannya kepada Mitra Binaan ASABRI, dengan diterimanya bantuan pinjaman ini janganlah digunakan untuk keperluan yang konsumtif, taat pada aturan dalam memenuhi kewajibannya. Serta janganlah cepat merasa puas dengan hasil usaha yang ada, namun harus selalu menambah wawasan dengan mencari peluang yang baru. Selain itu ia mengharapkan agar Mitra Binaan harus berusaha dan berupaya menjaga nama baik ASABRI dan tepat waktu dalam pengembalian sehingga bila kita masih kekurangan modal insya Allah ASABRI akan tetap membantu, ujarnya.