Asabri | Senin, 14 Mei 2012
Asabri | Senin, 14 Mei 2012
Pada hari Kamis tanggal 10 Mei 2012 Dir SDM dan Umum PT ASABRI (Persero) H.M. Fahlevi, SH,. M.Sc., MM. selaku Pembina Harian PKBL dan Kadiv PKBL PT ASABRI (Persero) Heri Pramono bertandang ke Hotel Singgasana Surabaya guna menghadiri Undangan Acara Seminar Nasional dengan tema BUMN Sebagai Lokomotif Kesejahteraan Rakyat dan Federasi Serikat Pekerja BUMN (FSP BUMN) yang dihadiri oleh 212 peserta dari 70 perwakilan dari BUMN.
Di acara tersebut Menteri BUMN Dahlan Iskan mendadak berhalangan hadir karena menghadiri sidang kabinet yang kemudian diwakili oleh staf ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian BUMN, Bagus Rumbogo yang dalam amanahnya menyampaikan bahwa Mari kita rawat dan kita jaga BUMN dimana tempat kita bekerja serta buat dan berikan keuntungan bagi masyarakat, ketika membuka Seminar Nasional dengan tema BUMN Sebagai Lokomotif Kesejahteraan Rakyat dan Rakernas ke-3 Federasi Serikat Pekerja BUMN (FSP BUMN) di Surabaya.
Bagus Rumbogo yang hadir mewakili Menteri BUMN Dahlan Iskan mengharapkan agar BUMN menjadi juara di tingkat regional dan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional dan mampu bersaing dengan swasta.
Bagus Rumbogo juga mengatakan salah satu kunci penting dalam peningkatan volume kegiatan ekonomi adalah tersedianya infrastruktur yang mamadai seperti transportasi energi dan pangan di Indonesia. BUMN juga mempunyai peran besar dalam program pemerintah untuk perencanaan pembangunan Nasional yaitu MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia).
Tujuan daripada diadakannya acara seminar tersebut adalah menciptakan kebersamaan dan kekompakkan serta harmonisasi di dalam membangun BUMN sehingga akan berpengaruf positif dan kontribusinya sehingga bisa dirasakan oleh perusahaan seutuhnya, imbau Ketua Umum FSP BUMN Abdul Latief Algaff.
Fungsi dari pada Federasi Serikat Pekerja (FSP) ini adalah merupakan suatu wadah yang menghimpun serikat pekerja dari seluruh BUMN di Indonesia, terangnya. Dan ia juga menambahkan, dipilihnya Jawa Timur sebagai tempat seminar merupakan pertimbangan banyaknya BUMN yang melakukan aktifitasnya di Jawa Timur yang mempunyai profit yang besar seperti PT. Semen Gresik, PT Jasa Tirta I dan PT. PAL.